Sunday, 14 September 2014

Mata Adalah Jendela Kesihatan Anda

Pepatah mengatakan bahawa mata adalah jendela jiwa. Secara perubatan, mata adalah jendela kesihatan anda. Keadaan mata anda dapat memberikan petunjuk mengenai penyakit apa yang mungkin mengganggu kesihatan anda. Mata adalah satu-satunya tempat di tubuh di mana saraf, arteri, dan urat kelihatan "telanjang" tanpa perlu pembedahan apapun. Proses penyakit yang tampak di mata mungkin berlaku di seluruh tubuh, sehingga tanda-tanda penyakit dapat dilihat di mata jauh sebelum gejala lain muncul. Itulah mengapa para ahli mata mengesyorkan pemeriksaan mata secara berkala, terutama selepas anda berusia 40.
Banyak keadaan di mata yang hanya dapat diketahui melalui pemeriksaaan oleh pakar mata, sebahagian lain dapat kita lihat sendiri. Berikut adalah enam tanda penyakit di mata yang dapat kita lihat sendiri:

1 Mata menonjol

Sebahagian orang lahir dengan mata menonjol seperti melotot. Keadaan tersebut normal apabila tidak mengganggu fungsi mata. Bila mata anda menonjol tidak sejak lahir maka boleh menjadi petunjuk dari suatu keadaan perubatan yang serius. Selain kerana glaukoma, mata menonjol dapat merupakan tanda penyakit Graves (sejenis hipertiroidisme). Gejala lain penyakit Graves adalah penurunan berat badan dan nadi cepat atau tidak teratur. Mata menonjol juga boleh menjadi tanda hipertiroidisme oleh sebab lain dan penyakit kanser seperti leukemia dan neuroblastoma.

2 Cincin abu-abu di sekitar kornea

Cincin abu-abu di sekitar kornea adalah tanda penuaan. Istilah perubatan keadaan tersebut, arcus senilis , secara harfiah bererti busur penuaan. Perkembangannya pada awalnya seperti busur sebelum kemudian menjadi bulatan penuh. Itu adalah keadaan biasa seperti halnya rambut yang berubah menjadi abu-abu (beruban) oleh penuaan. Namun, bila anda masih muda dan sudah mempunyai arcus senilis , anda perlu mendapatkan pemeriksaan kolesterol. Busur abu-abu di sekitar kornea boleh disebabkan oleh deposit kolesterol / lipid. Arcus senilis di usia muda sering berkaitan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3 Kanta Mata keruh

Katarak adalah penyakit di mana lensa mata menjadi keruh atau buram, menyebabkan penurunan daya penglihatan. Kebanyakan katarak terkait dengan penuaan atau cedera pada jaringan yang membentuk lensa mata. Katarak yang timbul di usia yang lebih muda dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti tumor, diabetes, dan efek samping obat-obatan yang diminum dalam jangka lama.

4 Bulu mata gugur

Keguguran bulu mata boleh disebabkan oleh beberapa keadaan, termasuk penyakit kulit, kesan sampingan ubat, gangguan endokrin, kelainan metabolik, keradangan, racun, dan penyakit sistemik. Kanser kulit yang dikenali sebagai karsinoma sel basal juga boleh muncul di kelopak mata, di mana seringkali menyebabkan rasa sakit yang tidak kunjung sembuh dan keguguran bulu mata.

5 Kelopak mata atas layuh

Kelopak mata atas yang layuh ( ptosis ) adalah keadaan yang tidak boleh dianggap remeh. Bila anda mendapati keadaan tersebut, segeralah berunding dengan doktor. Ptosis boleh disebabkan oleh sindrom Horner, miastenia gravis, atau gangguan saraf dan otot lain. Penyakit-penyakit itu menyebabkan saraf dan otot di kelopak mata tidak berfungsi dengan baik.

6 Pembuluh darah mata meregang / bocor

Pembuluh-pembuluh darah di retina mata yang meregang dan menonjol dapat menjadi tanda tekanan darah tinggi. Perdarahan kecil di pembuluh-pembuluh darah retina dan deposit kekuningan lemak darah dapat menjadi tanda diabetes. Kondisi tersebut dikenal sebagai retinopati diabetik, yang dapat mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan.

sumber : http://majalahkesehatan.com/
Ditulis oleh dr Salma

Menyelingi Duduk Dengan Berjalan Kaki Membuat Anda Tetap Sehat

Risiko Anda untuk sakit. Menyelingi duduk dengan berjalan-jalan lima menit setiap jam akan membuat aliran darah lancar kembali dan mengurangi risiko komplikasi. Demikian laporan para peneliti Amerika dalam sebuah studi baru-baru ini.

Duduk terlalu lama meningkatkan kemungkinan trombosis dan mendorong timbulnya penyakit kronis. Sebuah studi sebelumnya menunjukkan bahwa hanya dengan empat jam duduk per hari meningkatkan risiko diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi dan bahkan kanker.

Oleh karena itu, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Saurab Thosar dari Indiana University meneliti apakah menyelingi duduk dengan berjalan-jalan mengurangi kemungkinan penyakit trombosis. Mereka merekrut sebelas pria sehat berusia 20-35 tahun untuk menyelesaikan dua tes yang berbeda. Dalam tes pertama, semua peserta duduk selama tiga jam tanpa menggerakkan kaki mereka. Setiap jam para ilmuwan mengukur tekanan darah dan memeriksa fungsi arteri femoralis mereka menggunakan ultrasound. Hal ini memberikan informasi tentang seberapa baik darah mengalir melalui pembuluh darah.

Dalam tes kedua, orang-orang itu juga duduk total tiga jam namun menyelinginya dengan berjalan-jalan di treadmill dengan kecepatan 3 km/jam selama lima menit setelah duduk 30 menit, 90 menit dan 150 menit. Aliran darah dan tekanan darah mereka juga diukur setiap jam.

Hasil perbandingan menegaskan bahkan hanya satu jam duduk dapat memengaruhi aliran darah hingga 50 persen. Namun, mereka yang berjalan-jalan lima menit setiap satu jam duduk bisa mencegah efek negatif tersebut.

“Ada banyak bukti epidemiologi yang mengaitkan duduk dalam waktu lama dengan berbagai penyakit kronis dan mengambil jeda waktu duduk memberikan efek kardiovaskular yang menguntungkan, tetapi bukti eksperimentalnya sangat sedikit,” kata Thosar. “Kami telah menunjukkan bahwa duduk lama menurunkan fungsi endotel, yang merupakan penanda awal penyakit kardiovaskuler, dan mengambil jeda waktu duduk (dengan berjalan kaki) mencegah penurunan fungsi tersebut.”

Ketika duduk, otot-otot rileks dan darah tidak dapat terpompa secara efektif ke jantung. Darah menumpuk di kaki sehingga dapat merusak fungsi arteri dan mengganggu aliran darah. Sebaliknya, berjalan kaki mengembalikan sirkulasi dan aliran darah kembali ke fungsi normalnya sehingga efektif mencegah trombosis dan aterosklerosis.
———————
Sumber: “Short walking breaks found to reverse negative effects of prolonged sitting”. American College of Sports Medicine. Indiana University Bloomington. 09/11/2014. 2014/09/11.

sumber : http://majalahkesehatan.com/
Ditulis oleh dr Salma

Cara menghadkan pengambilan makanan bergula

Ramai di antara mereka di luar sana yang gemarkan makanan manis seperti kek cawan, kuih donat, coklat, ais krim dan minuman berkarbonat bukan?

Namun, umum mengetahui bahawa senarai makanan yang tersenarai di atas tidak baik untuk kesihatan dan harus dikurangkan pengambilannya dalam rutin harian.

Lebih-lebih lagi individu yang sedang dalam proses menurunkan berat badan atau mereka yang memiliki keturunan berpenyakit diabetes dalam salah silah keluarga.

Jika anda bertekad ingin menghentikan kebiasaan makan makanan manis, maka tips dari Style Craze ini mungkin boleh membantu anda!

1. Biasakan makan sayur dan buah
Agak sukar bagi mereka yang sudah terbiasa makan makanan manis untuk tidak mengunyah sesuatu yang bergula. Oleh itu biasakan diri anda makan buah dan sayur terlebih dahulu. Anda boleh mendapatkan rasa manis dari buah dah menghindari kelaparan dengan banyak memakan sayuran.

2. Makan coklat hitam
Bagi penggemar coklat, kurangkan pengambilan coklat putih dan coklat susu dengan mengambil coklat hitam atau 'dark choclate'. Walaupun agak pahit dan tidak sesedap coklat lain, namun ianya mampu membuatkan anda lebih tenang dan tidak merasa tertekan dalam usaha menghindari makanan bergula.

3. Banyak minum air
Minum banyak air sangat efektif dalam menghadkan pengambilan makanan manis kerana air mampu membuatkan anda kenyang dan membakar lebih banyak kalori. Apabila anda mula teringinkan makanan yang manis, ambil sebotol air dan minum hingga beberapa teguk.

4. Ambil makanan masam
Biasakan minum jus perahan lemon atau limau nipis atau pun dengan pengambilan buah anggur dan kiwi mampu membuatkan diri anda terhindar dari menyentuh makanan manis.

Mungkin anda akan berasa sedikit terseksa kerana banyak pantang larang yang harus dilalui dalam mengawal pengambilan makanan bergula, namun fokus pada tujuan utama dalam menurunkan berat badan atau mengelakkan diri dari penyakit diabetes, jadi anda harus tekad dan terus berusaha.

Semoga berjaya!

sumber : https://my.entertainment.yahoo.com/