Friday 9 May 2014

Suplemen Kalsium Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Suplemen kalsium, yang dianjurkan oleh banyak dokter untuk menjaga kesehatan tulang para lanjut usia, terutama perempuan pascamenopause, tampaknya dapat meningkatkan risiko infark miokard (IM). Itulah kesimpulan studi oleh tim peneliti Swiss-Jerman baru-baru ini. Dikenal oleh umum sebagai serangan jantung, infark miokard terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena penyumbatan mendadak dari arteri koroner. Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.

Untuk studi mereka, para peneliti menganalisis data dari hampir 24.000 orang yang berusia antara 35 dan 64 tahun. Para peserta dipilih yang tidak pernah terdiagnosis infark miokard, stroke, atau stroke ringan. Selama dua belas bulan, para peserta secara teratur memberikan informasi tentang apa yang mereka makan dan apakah mereka mengambil suplemen vitamin atau mineral. Para ilmuwan kemudian mengumpulkan data kesehatan mereka selama rata-rata sebelas tahun. Setelah masa tindak lanjut sebelas tahun tersebut, terdapat 354 kasus IM, 260 kasus stroke dan 267 kasus kematian penyakit kardiovaskuler.

Meskipun asupan kalsium moderat dari makanan menurunkan risiko serangan jantung, asupan dari suplemen justru meningkatkannya. Mereka yang mengambil jumlah kalsium rata-rata (820 miligram per hari) dari makanan memiliki risiko 31 persen lebih rendah terkena serangan jantung. Namun, pada asupan harian kalsium dari makanan sebanyak 1.100 miligram atau lebih, tidak ada penurunan risiko serangan jantung. Ketika para peneliti membandingkan peserta yang mengonsumsi suplemen kalsium dengan yang tidak, peluang serangan jantung meningkat. Siapa pun yang mengambil suplemen kalsium memiliki peningkatan risiko 100 persen.

Peningkatan risiko tersebut tampaknya berasal dari kenaikan tiba-tiba kalsium serum (kalsium dalam darah). Pada makanan, kalsium didistribusikan ke tubuh sepanjang hari dan dilepaskan dalam dosis kecil sehingga jauh lebih lambat diserap. Namun, suplemen kalsium memberikan lonjakan jangka pendek, yang jelas dapat berdampak merugikan pada tubuh.

“Mengambil kalsium dalam satu atau dua dosis per hari tidak sesuai dengan proses penyerapan alami tubuh sehingga menyebabkan proses metabolisme yang tidak sama dengan kalsium diet,” kata Sabine Rohrmann dari Universitas Zurich. Oleh karena itu penulis merekomendasikan agar mewaspadai suplemen kalsium dan lebih memilih untuk memastikan kecukupan kalsium dari diet.
—————–
Sumber: K. Li, R. Kaaks, Linseisen J, Rohrmann S. Associations of dietary calcium intake and calcium supplementation with myocardial infarction and stroke risk and overall cardiovascular mortality in the Heidelberg cohort of the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition study (EPIC-Heidelberg). Heart 2012;98:920-925 doi:10.1136/heartjnl-2011-301345.